SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RICURRENCY LIVE
Noktahsumutcom
Fraksi PDIP DPRD Medan Soroti Penurunan PAD pada Rancangan P-APBD 2026
Oleh Redaksi 15 Senin, 14 September 2026
Foto: Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak.(Ist)
Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak.(Ist)
Medan, SeputarSumut — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Medan menyoroti sejumlah persoalan penting dalam Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Medan Tahun Anggaran 2026. Salah satunya adalah penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp229,4 miliar.
Sorotan tersebut disampaikan juru bicara Fraksi PDIP DPRD Kota Medan Paul Mei Anton Simanjuntak dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Medan terhadap Rancangan P-APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2026 di gedung DPRD setempat,, Senin (14/9/2026).
Sorot Politik: Fraksi PDIP DPRD Medan Soroti Penurunan PAD pada Rancangan P-APBD 2026
Iklan Indako SeputarSumut
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini
Awalnya Saya Kira Penipuan, Ternyata Saldo Rp 10 Juta Benar-benar Masuk ke Rekening
Sensor Imitrex Nx
Kami Hampir Batal Nikah Karena Uang, Kalau Gak Segera Tau Aplikasi Ini
Sensor Imitrex Nx
Trik aneh ini membuat penglihatan Anda sejernih kristal kembali
Evision
Temukan lebih banyak
Astronomi
Berita Medan
Berita Sumatera Utara
Ekonomi
Acara Liburan & Musiman
Rapat dipimpin Ketua DPRD Medan Wong Cun Sen didampingi Wakil Ketua DPRD Medan Sri Rezeki, Zulkarnaen dan Hadi Suhendra serta anggota dewan lainnya. Hadir juga Wali Kota Medan Rico Putra Bayu Waas, Wakil Walikota Zakiyuddin Harahap serta para pimpinan OPD Pemko Medan. Rapat paripurna difasilitasi Plt Sekwan DPRD Meda Erisda Hutasoit dan Kabag Persidangan Perundang undangan Andres Willy Simanjuntak.
Dalam pemandangan umumnya, Fraksi PDIP menilai terdapat sejumlah perubahan angka anggaran yang perlu mendapatkan penjelasan dari Pemko Medan disertai dengan argumentasi yang kuat dan akurat.
Seperti dalam nota pengantar Wali Kota Medan menjelaskan, struktur P-APBD Kota Medan 2026 direncanakan, pendapatan berubah dari Rp6,79 triliun menjadi Rp7,13 triliun atau mengalami kenaikan 5,05 persen. Sedangkan belanja dari Rp6,90 triliun berubah menjadi Rp7,73 triliun atau bertambah sebesar 12,03 persen. Dan pembiayaan direncanakan netto sebesar Rp592,21 miliar.
Berita Terkait
Sikapi Alokasi Anggaran 35 Persen ke Medan Utara, Saipul Bahri Minta OPD Gerak Cepat
DPRD Medan Ingatkan Dinas Perkimcikataru Tingkat Koordinasi guna Capai Terget PAD
“Dari penjelasan saudara Wali Kota Medan tersebut, pada awalnya kami terkesima atas optimisme dengan perhitungan kenaikan pendapatan daerah yang mengalami peningkatan sebesar Rp343,2 miliar lebih atau 5,05 persen sebelum perubahan. Ternyata setelah kami analisa dan pelajari lebih dalam kenaikan pendapatan terjadi pada pos pendapatan transfer dan dari pendapatan lain-lain yang sah, sementara PAD justru mengalami penurunan sebesar Rp229,4 miliar. Kenapa hal ini bisa terjadi dan faktor apa yang menyebabkan PAD akan berkurang,” kata Paul Simanjuntak.
Pual yang juga Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Medan itu, mengatakan fraksinya sangat menyesalkan jika penurunan PAD tersebut terjadi karena pendataan potensi wajib pajak dan retribusi daerah yang belum optimal, potensi kebocoran masih tinggi karena pemanfaatan teknologi informasi dan sistem digital belum diterapkan maksimal.
Temukan lebih banyak
Berita Sumatra
Asia Tenggara & Kepulauan Pasifik
Berita
Pemerintah Pusat & Daerah
Referensi Geografis
Menurut Paul Simanjuntak, keberhasilan pembangunan di Kota Medan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir dari 2024-2026 masih mengalami stagnan. Dimana kondisi riilnya daya beli masyarakat menurun secara drastis. Terbukti dengan rendahnya transaksi yang terjadi di pasar.
Begitu juga dengan lapangan pekerjaan baru yang sangat terbatas karena kurangnya kepercayaan para investor untuk berinvestasi di Kota Medan. “Angka kemiskinan meningkat dibuktikan semakin meningkatnya jumlah masyarakat penerima bantuan sosial dari pemerintah,” sebutnya.
“Termasuk pelayanan Rumah Sakit (RS) dr Pirngadi Medan dan RSUD H Bachtiar Djafar masih perlu pembenahan secara serius terutama pengisian dokter specialis,” tandasnya.
Terkait pelayanan kesehatan, Paul mengingatkan Wali Kota Medan agar tetap konsisten melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh ke unit-unit pelayanan kesehatan milik Pemko Medan, seperti Puskesmas dan Pustu.
Temukan lebih banyak
Demografi
Informasi Sumatra
Panduan & Petunjuk Perjalanan
Panduan Kota & Daerah
Pengiriman & Logistik
Paul mengatakan, fraksinya banyak menerima aspirasi masyarakat mulai dari keluhan karena menurunnya disiplin waktu para tenaga medis dan dokter yang bertugas. Termasuk ketersediaan obat dan alat kesehatan yang sering terlambat pendistribusiannya ke Puskesmas.
Akibatnya, pelayanan yang dirasakan warga masyarakat menjadi berkurang. Kemudian terkait dengan pencegahan dan penanggulangan stunting khususnya di kawasan Medan Utara, mohon menjadi perhatian serius Pemko Medan supaya pencegahan dan penanganan stunting di Kota Medan secara dini dapat diatasi.
Sama halnya dengan upaya peningkatan pelayanan kesehatan, Fraksi PDIP mendesak Pemko Medan melakukan renovasi fasilitas pelayanan kesehatan, seperti bangunan Puskesmas dan Pustu supaya menjadi perhatian serius dan segera ditindaklanjut(srisahati)))
