Pemkab Samosir Dukung Mubes dan Pesta Bolon PSBBI
Noktahsumut.com, SAMOSIR
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menyambut baik serta mendukung pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) dan Pesta Bolon Sagalaraja yang akan dipusatkan di Samosir.
Hal ini disampaikan Asisten II Hotraja Sitanggang saat menerima audiensi pengurus Punguan Sagalaraja Boru Bere Ibebere (PSBBI) di Lobi Lantai II Kantor Bupati Samosir.
Hadir, Ketua Umum DPP PSBBI Drs. R. M. Sagala, Ketua Panitia Mubes juga Pesta Bolon Tumpak Sagala, Wakil Ketua, Ketua PSBBI Samosir P. Sagala, serta Panitia dan dari jajaran Pemkab Samosir, serta beberapa perwakilan OPD lainnya.
Asisten II Hotraja Sitanggang mengatakan bahwa kehadiran Punguan Sagalaraja dengan berbagai program kegiatan di Samosir merupakan hal yang sangat baik dan menjadi bentuk kepedulian terhadap pembangunan Bona Pasogit (kampung halaman). Hal ini juga dinilai membawa dampak positif bagi pelestarian budaya serta peningkatan kunjungan wisatawan.
“Kami siap mendukung dan akan berpartisipasi sesuai kemampuan. Kami juga mengapresiasi inovasi marga Sagala untuk membangun Samosir melalui berbagai program kegiatan,” tambahnya.
Hotraja berharap punguan marga Sagalaraja sebagai salah satu marga tertua dapat menjadi contoh bagi marga-marga lain, baik dalam upaya mengubah pola pikir masyarakat, pelestarian lingkungan, pelestarian budaya, maupun kegiatan olahraga yang akan dilaksanakan.
Pelaksanaan Mubes dan Pesta Bolon/Pesta Budaya PSBBI akan digelar pada 2–4 Juli 2026 di Desa Ginolat-Sagala, Kecamatan Sianjur Mula-mula, dan telah masuk dalam daftar pesta budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir.
Ketua Umum DPP PSBBI R. M. Sagala mengatakan bahwa Pesta Bolon dilaksanakan sebagai bagian dari dukungan terhadap Mubes serta sebagai upaya pelestarian budaya dan mendorong kemajuan Samosir ke depan, Kamis (26/2/2026)
“Punguan Marga Sagalaraja sebagai salah satu marga tertua akan memainkan peran penting sehingga Samosir semakin dikenal dunia luar. Pengurus pusat melaksanakan kegiatan ini di Bona Pasogit, asal muasal Batak, sebagai bentuk dukungan kemajuan Samosir” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Mubes dan Pesta Bolon Sagalaraja Tumpak Sagala menjelaskan bahwa pelestarian lingkungan menjadi salah satu agenda utama kegiatan. Melalui penanaman pohon durian, diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat bahwa pertanian durian juga dapat memberikan kesejahteraan. (JBR/66)
