KAPOLSEK MEDAN BARU BAMBANG GUNANTI, SH, MH BERSAMA PERSONEL TEBAR KEPEDULIAN LEWAT JUMAT BAROKAH, 200 BUNGKUS NASI DIBAGIKAN KEPADA WARGA
MEDAN, Noktah Sumut. Com — Kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Perhatian sederhana yang diberikan dengan tulus dapat menjadi penguat semangat bagi masyarakat yang menjalani aktivitas sehari-hari demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Semangat itulah yang tercermin dalam kegiatan sosial Jumat Barokah yang dilaksanakan Kapolsek Medan Baru, Bambang Gunanti, SH, MH, bersama personel Polsek Medan Baru, Jumat (23/10/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar Pukul 10.30 WIB hingga 11.30 WIB tersebut, sebanyak 200 bungkus nasi lengkap dengan lauk-pauk disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat di kawasan Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial kepolisian sekaligus upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui tindakan nyata, sederhana, dan menyentuh kebutuhan warga.
200 BUNGKUS NASI DISALURKAN KEPADA MASYARAKAT
Penyaluran bantuan dipimpin oleh Panit II Binmas bersama personel lalu lintas dan Bhabinkamtibmas Polsek Medan Baru. Bantuan tersebut terlebih dahulu diserahkan kepada pengurus setempat di Jalan Nibung Raya untuk selanjutnya dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Pembagian nasi bungkus dilaksanakan setelah masyarakat selesai menunaikan salat Jumat. Sasaran penerima bantuan meliputi abang becak, petugas parkir, petugas kebersihan, serta warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Bagi sebagian masyarakat yang bekerja di sektor informal, perhatian semacam ini memiliki arti tersendiri.
Di tengah kesibukan mencari nafkah, bantuan makanan dapat menjadi bentuk kepedulian yang menghadirkan rasa diperhatikan dan dihargai.
Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan sosial tersebut juga menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, tidak hanya melalui penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga lewat kegiatan kemanusiaan.
UCAPAN TERIMA KASIH DARI WARGA
Salah seorang petugas parkir yang akrab disapa Ucok dan Ny Beru Tarigan menyampaikan kegembiraannya atas kegiatan Jumat Barokah yang menurutnya rutin dilaksanakan oleh Polsek Medan Baru.
Ia merasa bersyukur karena perhatian tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para pekerja yang sehari-hari mencari nafkah di jalanan.
Kegiatan berbagi seperti ini diharapkan dapat terus memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Hubungan yang baik dibangun bukan hanya melalui komunikasi saat terjadi persoalan, melainkan juga melalui kepedulian, kehadiran, dan kemauan untuk saling membantu.
SEJALAN DENGAN SEMANGAT PELAYANAN POLRI
Dalam konteks tugas kepolisian, kegiatan Jumat Barokah mencerminkan pendekatan humanis yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari pelayanan Polri.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam berbagai kebijakan dan arahannya dikenal mendorong transformasi Polri yang berorientasi pada pelayanan publik, kepercayaan masyarakat, serta pendekatan yang humanis dan berkeadilan.
Namun, kegiatan Jumat Barokah ini tidak dimaksudkan sebagai pelaksanaan tagline atau pernyataan Kapolri tertentu secara verbatim tanpa sumber resmi yang memastikan keterkaitannya.
Melalui kegiatan sosial tersebut, Polsek Medan Baru menunjukkan bahwa semangat pengabdian dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Polisi diharapkan tidak hanya hadir ketika masyarakat menghadapi gangguan keamanan, tetapi juga mampu membangun komunikasi, empati, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
LANDASAN HUKUM: POLRI MENGEMBAN TUGAS PELAYANAN MASYARAKAT
Kegiatan sosial Jumat Barokah dapat ditempatkan dalam kerangka tugas Polri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pasal 13 UU tersebut menetapkan tiga tugas pokok Polri, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Selanjutnya, Pasal 14 ayat (1) huruf c mengatur tugas Polri dalam membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi, kesadaran hukum, serta ketaatan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, Pasal 14 ayat (1) huruf i mengatur tugas Polri untuk melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana, termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Landasan tersebut menegaskan pentingnya pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Meski demikian, pembagian makanan dalam kegiatan Jumat Barokah merupakan kegiatan sosial dan tidak dengan sendirinya menjadi kewajiban khusus yang diperintahkan oleh pasal-pasal tersebut.
Pada akhirnya, nilai penting kegiatan ini terletak pada kepedulian, ketulusan, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
MEMBANGUN KEPERCAYAAN MELALUI TINDAKAN KARYA NYATA
1.Kegiatan Jumat Barokah di Jalan Nibung Raya diharapkan menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak terlepas dari hubungan yang sehat antara polisi dan warga.
Kepercayaan publik tumbuh ketika pelayanan dilakukan secara konsisten, komunikasi dibangun dengan baik, dan setiap warga diperlakukan secara manusiawi tanpa membedakan latar belakang maupun pekerjaannya.
Melalui pembagian 200 bungkus nasi tersebut, Kapolsek Medan Baru Bambang Gunanti, SH, MH, bersama personelnya menghadirkan pesan sederhana:
2.Pengabdian bukan hanya tentang menjalankan tugas, melainkan juga tentang kepedulian terhadap sesama.
Polri Presisi, humanis dalam pelayanan, tegas dalam penegakan hukum, dan hadir untuk masyarakat.
3.“Pengabdian sejati tidak diukur dari besarnya pujian, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat.”
4.“Keamanan menciptakan ketenangan, kepedulian menumbuhkan kepercayaan, dan kemanusiaan mempererat persaudaraan.”
5 “Jabatan adalah amanah, pelayanan adalah kewajiban, dan kepedulian adalah cermin kemuliaan hati.”
6.“Polri yang humanis bukan berarti lemah terhadap hukum, melainkan tegas dalam keadilan dan tulus dalam kemanusiaan.”
7 “Jumat Barokah mengajarkan bahwa kebaikan tidak harus menunggu kaya, sebab hati
. “Jumat Barokah mengajarkan bahwa kebaikan tidak harus menunggu kaya, sebab hati yang tulus selalu menemukan jalan untuk berbagi.”
(Sri Sahati)
