PRD Medan Dorong Pemko Fokus Atasi Kemiskinan Lewat Program PKH Medan
Noktahsumutcom
dprd_medan_dorong_pemko_fokus_atasi_kemiskinan_lewat_program_pkh_medan_makmur
Anggota DPRD Kota Medan, dr Dimas Sofani Lubis, saat menggelar Sosper di Jalan Ringroad (foto: istimewa/mistar)
Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta untuk terus fokus menanggulangi persoalan kemiskinan di tengah masyarakat. Berbagai program penanggulangan kemiskinan pun terus diinisiasi, salah satunya melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jalan Ringroad, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang.
“Tahun ini Pemko Medan akan meluncurkan program PKH Medan Makmur yang telah dianggarkan dalam APBD Kota Medan. Ini merupakan bentuk keseriusan Pemko Medan dalam menanggulangi masalah kemiskinan di Kota Medan,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Dimas menjelaskan, masyarakat miskin di Kota Medan yang belum menerima PKH dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial akan diakomodasi melalui program PKH Medan Makmur.
“Artinya, nantinya tidak ada lagi masyarakat miskin yang tidak mendapatkan PKH. Jika belum menerima dari Kementerian Sosial, maka akan diakomodasi melalui Dinas Sosial Kota Medan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti masih adanya pendistribusian bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Karena itu, DPRD Medan terus mendorong Pemko Medan untuk melakukan pendataan ulang terhadap warga kurang mampu.
“Pendataan terus dilakukan hingga saat ini. Bagi mereka yang sudah mampu akan digraduasi sehingga tidak lagi menerima bantuan. Bantuan tersebut akan dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan,” tuturnya.
Sebelumnya, salah seorang warga Kelurahan Tanjungsari yang hadir dalam kegiatan tersebut, Abdul, mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan kemiskinan.
“Sejak beberapa tahun lalu, bahkan sejak masa Orde Baru hingga sekarang, masih banyak warga miskin. Sebenarnya pemerintah serius atau tidak menanggulangi masalah kemiskinan ini? Saya juga melihat bantuan sosial sering tidak tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Camat Medan Selayang, Muhammad Husnul Hafiz Rambe, mengatakan pihaknya baru saja menyelesaikan pendataan ulang dan validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di sejumlah kelurahan.
Baca Juga:
Kemiskinan di Sumut Turun, Beras Salah Satu Beban Utama Pengeluaran
“Kami pastikan kepala lingkungan (kepling) tidak boleh terdaftar dalam DTSEN, sehingga tidak ada lagi kepling di Kota Medan yang menerima bantuan sosial. Begitu juga warga mampu lainnya akan digraduasi sehingga tidak lagi menerima bantuan,” tegasnya.
Politisi Golkar tersebut kembali menegaskan bahwa Pemko Medan tidak hanya memiliki program PKH Medan Makmur, tetapi juga sejumlah program lainnya seperti UHC Premium, sekolah gratis, hingga bantuan bagi lansia tunggal.
“Artinya kita juga harus objektif. Di balik berbagai kekurangan yang ada, Pemko Medan terus berupaya menanggulangi persoalan kemiskinan yang dialami masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Medan Selayang Muhammad Husnul Hafiz Rambe, Lurah Tanjungsari Ihsan Nugraha Harahap, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Medan Antonius Sitorus, serta perwakilan BPJS Kesehatan Medan Mia Suryanti Ginting.
Diketahui, dr Dimas juga menggelar kegiatan sosialisasi serupa di Jalan Abdul Hakim Pasar I Setia Budi, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, pada Minggu (8/3/2026) sore.(srisahati)
