Uncategorized

Polres Simalungun Ungkap Kasus Kekerasan Seksual dalam Keluarga, Terungkap Setelah AnakCoba Bunuh Diri

Noktahsumutcom Polres Simalungun Ungkap Kasus Kekerasan Seksual dalam Keluarga, Terungkap Setelah Anak Coba Bunuh DiriNoktahsumutcom SIMALUNGUN – Kepolisian Resor Simalungun berhasil mengungkap kasus kekerasan seksual dalam keluarga yang melibatkan seorang ayah terhadap ketiga anak kandungnya. Kasus ini terbongkar setelah anak tertua mencoba mengakhiri hidupnya karena merasa terpukul mengetahui sang adik juga mengalami hal serupa.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, kasus ini pertama kali diketahui setelah Melati (nama samaran), anak sulung yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta, melakukan percobaan bunuh diri. Hal itu terjadi usai menerima kabar dari adiknya, Anggrek (13), yang mengungkapkan pengalaman pahitnya kepada sang kakak.

Mengetahui hal tersebut, keluarga segera bergerak dan berhasil menyelamatkan Melati. Kakek mereka kemudian mendatangi Jakarta dan menggali lebih dalam hingga terungkap bahwa bukan hanya Anggrek, tapi juga dua kakaknya, pernah mengalami tindakan serupa.

Berdasarkan pengakuan para korban, mereka menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah kandung sendiri yang berinisial TRT (41). Para korban sebelumnya tidak berani bercerita karena mendapat ancaman dan tekanan secara emosional dari pelaku.

Laporan resmi dibuat oleh sang kakek pada 22 Mei 2025 ke Polres Simalungun, dan sejak itu penyelidikan dilakukan secara mendalam. Petugas berhasil mengumpulkan bukti dan keterangan yang menguatkan laporan tersebut.

Kasus ini kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Simalungun dengan pendekatan yang mengedepankan pemulihan psikologis korban dan proses hukum terhadap pelaku. Tersangka TRT telah diamankan dan dikenakan pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman berat.

Kapolres Simalungun melalui jajarannya menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak dari segala bentuk kekerasan. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika mengetahui atau mencurigai adanya kekerasan serupa di lingkungan sekitar.

“Kasus ini sangat menyayat hati, namun kami bersyukur bisa segera mengungkap dan mengambil langkah hukum untuk melindungi para korban. Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan sehat untuk tumbuh kembang anak,” kata IPDA Bilson Hutauruk, penyidik dari Unit Reskrim.

Pengungkapan ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat bahwa kekerasan seksual bisa terjadi di lingkungan terdekat, bahkan dalam keluarga sendiri. Kepedulian, keberanian untuk bersuara, dan dukungan dari orang terdekat menjadi kunci penting untuk menyelamatkan korban dan mencegah terulangnya kejadian serupa. (Srisahati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *