Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., Tegaskan Komitmen: DPRD Bukan Menara Gading, Tapi Rumah Aspirasi Rakyat
Medan, Noktahsumutcom Wong Chun Sen, Ketua DPRD Kota Medan, menerima audiensi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Medan, Selasa (10/02/2026), di ruang kerjanya, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 1, Medan.

Namun pertemuan itu bukan sekadar seremoni silaturahmi. Itu adalah pesan tegas:DPRD Kota Medan terbuka, siap bersinergi, dan tidak menutup pintu bagi organisasi masyarakat yang ingin membangun kota ini dengan kerja nyata.
Dalam audiensi tersebut, KORMI Kota Medan menyampaikan komitmen untuk memperkuat olahraga masyarakat sebagai fondasi kesehatan, karakter, dan persatuan warga. Ketua DPRD menyambutnya dengan sikap lugas—bahwa olahraga bukan kegiatan pinggiran, melainkan bagian penting dari pembangunan manusia.
“Olahraga masyarakat bukan pelengkap. Ia adalah pondasi,” tegas Wong Chun Sen.
Ia menekankan bahwa DPRD Kota Medan tidak boleh hanya berbicara soal anggaran dan regulasi di atas meja, tetapi harus memastikan kebijakan benar-benar menyentuh kehidupan rakyat, termasuk ruang-ruang komunitas olahraga.
Pertemuan itu juga menjadi momentum evaluasi:
Sejauh mana perhatian terhadap olahraga masyarakat sudah maksimal? Apakah dukungan fasilitas, pembinaan, dan regulasi sudah sejalan dengan kebutuhan warga?
Ketua DPRD menegaskan, kolaborasi harus konkret, bukan simbolik.
“Sinergi tidak boleh berhenti pada foto bersama. Ia harus berujung pada program, kebijakan, dan hasil,” ujarnya dengan nada tegas.
Audiensi berlangsung terbuka dan produktif.
Tidak ada sekat formalitas yang berlebihan. Yang ada adalah pembahasan serius tentang bagaimana membangun Medan yang sehat, aktif, dan berdaya saing.
Olahraga masyarakat, menurutnya, adalah ruang pembinaan karakter generasi muda sekaligus perekat sosial di tengah dinamika kota yang terus bergerak.
“DPRD bukan menara gading, melainkan rumah aspirasi rakyat.”
“Silaturahmi tanpa aksi hanyalah formalitas.”
“Olahraga masyarakat bukan pelengkap, tetapi pondasi pembangunan manusia.”
“Sinergi harus melahirkan kebijakan, bukan sekadar dokumentasi.”
“Kesehatan warga adalah ukuran keberhasilan kota.”
“Kolaborasi yang kuat lahir dari komitmen yang jelas.”
“Program tanpa keberpihakan hanya akan menjadi wacana.”
“Lapangan olahraga adalah sekolah karakter paling jujur.”
“Pemimpin yang tegas adalah pemimpin yang berpihak.”
“Kota yang sehat dibangun dengan kebijakan yang berani.”
“Aspirasi yang didengar harus berujung pada keputusan.”
“Gerak masyarakat adalah energi pembangunan.”
“Regulasi harus menguatkan, bukan menghambat.”
“Anggaran adalah alat, bukan tujuan.”
“Kebijakan yang baik lahir dari dialog yang jujur.”
“Olahraga menyatukan tanpa memandang latar belakang.”
“Kerja nyata lebih lantang dari janji.”
“Dukungan pemerintah harus terasa, bukan sekadar terlihat.”
“Pembangunan manusia tidak bisa ditunda.”
“Medan maju hanya mungkin jika warganya sehat dan solid.”
Audiensi ini menjadi penegasan bahwa DPRD Kota Medan siap membuka ruang kolaborasi yang konkret dan terukur.
Karena pembangunan kota tidak cukup dengan retorika—ia membutuhkan keberanian, ketegasan, dan komitmen yang tidak setengah-setenga(srisahati)
